Menghadapi derasnya informasi di era digital ini
Khutbah Jumat
H
Henny Purnianto
1 Mei 2026
4 menit baca
1 views
أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلاةُ وَالسَّلامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَ...
أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلاةُ وَالسَّلامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Hadirin yang budiman,
Rasanya hati ini begitu berat untuk membuka lembaran firman Allah di hari yang mulia ini. Terasa teriris, melihat diri kita sendiri yang semakin hanyut dalam pusaran zaman, terseret arus informasi yang begitu deras, bak gelombang tak bertepi yang kerapkali membawa kita jauh dari dermaga ketenangan dan kedamaian. Dengarlah, adakah kita masih menyadari panggilan-Nya yang suci?
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Di tangan kita tergenggam sebuah alat yang luar biasa canggih, sebuah jendela dunia yang seolah tanpa batas. Setiap detik, setiap menit, ia menyajikan berjuta berita, gambar, suara, dan cerita. Informasi datang bertubi-tubi, memenuhi lorong-lorong telinga dan mata kita, bahkan merayap masuk ke relung hati yang terdalam. Tapi pernahkah kita bertanya, dari mana datangnya semua ini? Dan kemanakah ia akan membawa kita? Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
"مِنْ حُسْنِ إِسْلامِ المَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ"
*(Di antara kebaikan keislaman seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya).* (HR. Tirmidzi).
Apakah semua informasi digital yang kita konsumsi ini benar-benar bermanfaat bagi diri kita, bagi agama kita, bagi akhirat kita? Atau justru ia menjadi racun pelan yang menggerogoti iman, mengikis waktu berharga yang seharusnya kita gunakan untuk berdzikir, bertaubat, dan merenungi kebesaran-Nya?
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Betapa seringnya kita tersesat dalam lautan informasi yang menyesatkan. Berita bohong, fitnah yang merajalela, gambar-gambar yang melalaikan, dan perdebatan sia-sia yang justru menambah keruh hati. Semuanya seolah berlomba menarik perhatian kita, menguras energi dan pikiran kita, sementara hak-hak Allah, hak orang tua, hak keluarga, dan bahkan hak diri kita sendiri untuk mendapatkan ketenangan terabaikan. Hati yang seharusnya dipenuhi cahaya iman, kini seringkali dibayangi kegelapan fitnah dan keraguan. Allah Ta'ala berfirman dalam surah Al-Hujurat ayat 6:
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تَصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ}
*(Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaan, sebab kamu akan menjadi menyesal atas perbuatanmu itu).*
Namun, adakah kita sudah melakukan tabayyun (verifikasi) sebelum menyebarkan sebuah informasi? Atau justru kita menjadi agen penyebar kebohongan dan fitnah tanpa rasa bersalah? Betapa sedihnya jika lisan dan jari-jari kita justru menjadi saksi atas kedzoliman kita di hadapan Allah kelak.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Bayangkanlah, tangan yang sama yang kita gunakan untuk menggenggam ponsel, yang kita gunakan untuk membolak-balik halaman Al-Qur'an, kini seringkali lebih sering digunakan untuk menggulir layar, membuang waktu demi hiburan semata. Waktu shalat terlewat karena asyik dengan notifikasi, tadarus terganggu oleh suara dering, dan malam yang seharusnya diisi dengan munajat menjadi saksi kelalaian kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kita dengan sabdanya yang menyayat hati:
"اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ."
*(Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa fakirmu, masa sempatmu sebelum masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum masa matimu).* (HR. Tirmidzi).
Wahai hati yang berdetak, adakah kita masih bisa merasakan getaran saat mendengar panggilan Allah? Adakah kita sadar bahwa setiap detik yang terlewat adalah hak Allah yang harus kita pertanggungjawabkan?
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Duhai diri yang lemah, sungguh besar rahmat Allah yang masih menyelimuti kita. Betapa seringnya kita berdosa, namun Dia tetap memberi kita kesempatan untuk kembali. Mari, di sisa usia yang masih Allah berikan ini, mari kita kembalikan kendali hidup kita kepada Sang Pencipta. Jauhkanlah diri dari segala hal yang mendatangkan murka-Nya. Jadikan gawai kita sebagai sarana menuntut ilmu agama, menyambung silaturahmi dengan orang-orang shalih, dan menyebarkan kebaikan. Jadikan hati kita sebagai taman untuk merenungi keagungan-Nya dan merindukan pertemuan dengan-Nya. Ingatlah, bahwa di balik layar yang gemerlap itu, ada pertanggungjawaban yang hakiki di akhirat kelak. Sebagaimana Allah berfirman:
{وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ}
*(Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian-bahagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang mengingat (Allah)).* (QS. Hud: 114).
Mari kita bermohon ampun, wahai Zat yang Maha Pengampun, atas segala kelalaian dan dosa yang telah kita perbuat. Semoga Allah mengampuni kita, memperbaiki hati kita, dan memberikan kekuatan untuk kembali ke jalan-Nya yang lurus.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.